Bismillah...
Sudah Berapa Kali Kita Berjumpa Ramadhan???
Bagaimana Kita Memaknai Ramadhan Selama Ini???
Apakah Kita Biasa Melaluinya Begitu Saja???
Ataukah Kita Menjalaninya Dengan Biasa-Biasa Saja???
Ataukah Kita Benar-Benar Mengistimewakan Dan Mengoptimalkannya Untuk Mengubah Diri Kita Menjadi Lebih Baik Lagi???
Jika Kita Ingin Benar-Benar Mengistimewakan Dan Mengoptimalkan Ramadhan, Tidak Bisa Tidak Kita Harus Memahami Hakikat Ramadhan. Berikut Ini Beberapa Makna Dan Hakikatnya.
#SYAHRUL_MUHASABAH
(Bulan Ramadhan Adalah Bulan Bercermin Diri)
Seberapa Bersemangat Dan Seberapa Mampu Kita Memanfaatkan Ramadhan Pada Setiap Menit Dan Detiknya, Nerupakan Indikasi Ketaqwaan Kita Kepada Allah. Dari Sini Kita Bisa Menilai Diri Kita, Apakah Kita Termasuk Hamba Allah Yang Dzalimun Linafsihi (Masih Suka Menganiaya Diri Sendiri), Atau Yang Muqtashid (Yang Pas-Pasan Saja), Ataukah Yang Sabiqun Bil Khairat (Yang Bergegas Dalam Melaksanakan Berbagai Kebaikan).
Disamping Itu, Ramadhan Juga Merupakan Sarana Yang Sangat Tepat Bagi Kita Untuk Bercermin Diri. Sebuah Hadits Muttafaq ‘Alaih Menyatakan Bahwa Selama Bulan Ramadhan Syetan-Syetan Dibelenggu.
Nah, Jika Syetan-Syetan Telah Dibelenggu Tetapi Kita Masih Saja Melakukan Dosa Dan Kemaksiatan, Maka Seperti Itulah Diri Kita Yang Sebenarnya.
#SYAHRUR_RAHMAH
(Bulan Ramadhan Adalah Bulan Limpahan Rahmat)
Rasulullah ShallAllahu 'Alaihi Wasallam Bersabda, “Telah Datang Kepadamu Bulan Ramadhan, Bulan Yang Penuh Berkah. Allah Telah Mewajibkan Atas Kamu bLBerpuasa Di Bulan Ini... Barangsiapa Tidak Mendapat Bagian Kebaikannya, Maka Sungguh Berarti Ia Telah Dijauhkan Dari Rahmat Allah.”
Pada Bulan Ramadhan, Allah Mencurahkan Segenap Rahmat-Nya Melebihi Pada Bulan-Bulan Lainnya. Pada Bulan Ini, Allah Melipatgandakan Pahala Amal Kebaikan, Memberikan Semangat Ketaatan Kepada Hamba-Hamba-Nya, Dan Bahkan Memberikan Bonus Satu Malam Yang Lebih Baik Dari Seribu Bulan Yaitu Lailatul Qadr.
Karena Itu, Rugilah Kita Jika Selama Bulan Ini Kita Tidak Memanfaatkan Limpahan Rahmat Allah Yang Sedemikian Besar.
#SYAHRUT_TAUBAH
(Bulan Ramadhan Adalah Bulan Taubat)
Rasulullah ShallAllahu 'Alaihi Wasallam Bersabda, “Barangsiapa Berpuasa Ramadhan Atas Dasar Iman Dan Berharap Pahala Dari Allah, Maka Dosa-Dosanya Yang Telah Lalu Akan Diampuni.”
Rasulullah ShallAllah 'Alaihi Wasallam Juga Bersabda, “Barangsiapa Berdiri (Menegakkan Shalat Malam, Shalat Tarawih) Pada Bulan Ramadhan Atas Dasar Iman Dan Berharap Pahala Dari Allah, Maka Dosa-Dosanya Yang Telah Lalu Akan Diampuni.”
Rasulullah ShallAllahu 'Alaihi Wasallam Bahkan Bersabda, “Barangsiapa Berpuasa Lalu Tidak Berkata-Kata Buruk Dan Tidak Mengumpat Maka Ia Akan Keluar Dari Dosa-Dosanya Seperti Keadaannya Pada Hari Ia Dilahirkan Oleh Ibunya.”
Jadi, Apa Lagi Yang Kita Tunggu. Mari Kita Banyak-Banyak Beribadah Dan Memohon Ampunan Kepada Allah, Agar Ramadhan Ini Dapat Menjadi Penghapus Dosa-Dosa Kita.
#SYAHRUSH_SHIYAM
(Bulan Ramadhan Adalah Bulan Puasa)
Puasa Yang Sejati Tidaklah Cukup Hanya Dengan Meninggalkan Makan, Minum Dan Hubungan Suami iLIsteri Pada Siang Hari. Lebih Dari Itu, Puasa Yang Sejati Adalah Puasa Yang Bersifat Total, Yakni Mempuasakan Seluruh Anggota Tubuh Kita: Akal Pikiran, Hati, Mata, Telinga, Lidah, Tangan, Kaki, Dan Anggota-Anggota Tubuh Kita Yang Lainnya.
Semuanya Harus Kita Puasakan Dari Berbagai Bentuk Dosa Dan Kemaksiatan. Rasulullah ShallAllahu 'Alaihi Wasallam Bersabda, “Barangsiapa Tidak Meninggalkan Perkataan Dan Perbuatan Yang Keji, Maka Sekali-Kali Allah Tidak Butuh Dengan Puasanya Yang Hanya Meninggalkan Makan Dan Minum Saja.”
Sudah Berapa Kali Kita Berjumpa Ramadhan???
Bagaimana Kita Memaknai Ramadhan Selama Ini???
Apakah Kita Biasa Melaluinya Begitu Saja???
Ataukah Kita Menjalaninya Dengan Biasa-Biasa Saja???
Ataukah Kita Benar-Benar Mengistimewakan Dan Mengoptimalkannya Untuk Mengubah Diri Kita Menjadi Lebih Baik Lagi???
Jika Kita Ingin Benar-Benar Mengistimewakan Dan Mengoptimalkan Ramadhan, Tidak Bisa Tidak Kita Harus Memahami Hakikat Ramadhan. Berikut Ini Beberapa Makna Dan Hakikatnya.
#SYAHRUL_MUHASABAH
(Bulan Ramadhan Adalah Bulan Bercermin Diri)
Seberapa Bersemangat Dan Seberapa Mampu Kita Memanfaatkan Ramadhan Pada Setiap Menit Dan Detiknya, Nerupakan Indikasi Ketaqwaan Kita Kepada Allah. Dari Sini Kita Bisa Menilai Diri Kita, Apakah Kita Termasuk Hamba Allah Yang Dzalimun Linafsihi (Masih Suka Menganiaya Diri Sendiri), Atau Yang Muqtashid (Yang Pas-Pasan Saja), Ataukah Yang Sabiqun Bil Khairat (Yang Bergegas Dalam Melaksanakan Berbagai Kebaikan).
Disamping Itu, Ramadhan Juga Merupakan Sarana Yang Sangat Tepat Bagi Kita Untuk Bercermin Diri. Sebuah Hadits Muttafaq ‘Alaih Menyatakan Bahwa Selama Bulan Ramadhan Syetan-Syetan Dibelenggu.
Nah, Jika Syetan-Syetan Telah Dibelenggu Tetapi Kita Masih Saja Melakukan Dosa Dan Kemaksiatan, Maka Seperti Itulah Diri Kita Yang Sebenarnya.
#SYAHRUR_RAHMAH
(Bulan Ramadhan Adalah Bulan Limpahan Rahmat)
Rasulullah ShallAllahu 'Alaihi Wasallam Bersabda, “Telah Datang Kepadamu Bulan Ramadhan, Bulan Yang Penuh Berkah. Allah Telah Mewajibkan Atas Kamu bLBerpuasa Di Bulan Ini... Barangsiapa Tidak Mendapat Bagian Kebaikannya, Maka Sungguh Berarti Ia Telah Dijauhkan Dari Rahmat Allah.”
Pada Bulan Ramadhan, Allah Mencurahkan Segenap Rahmat-Nya Melebihi Pada Bulan-Bulan Lainnya. Pada Bulan Ini, Allah Melipatgandakan Pahala Amal Kebaikan, Memberikan Semangat Ketaatan Kepada Hamba-Hamba-Nya, Dan Bahkan Memberikan Bonus Satu Malam Yang Lebih Baik Dari Seribu Bulan Yaitu Lailatul Qadr.
Karena Itu, Rugilah Kita Jika Selama Bulan Ini Kita Tidak Memanfaatkan Limpahan Rahmat Allah Yang Sedemikian Besar.
#SYAHRUT_TAUBAH
(Bulan Ramadhan Adalah Bulan Taubat)
Rasulullah ShallAllahu 'Alaihi Wasallam Bersabda, “Barangsiapa Berpuasa Ramadhan Atas Dasar Iman Dan Berharap Pahala Dari Allah, Maka Dosa-Dosanya Yang Telah Lalu Akan Diampuni.”
Rasulullah ShallAllah 'Alaihi Wasallam Juga Bersabda, “Barangsiapa Berdiri (Menegakkan Shalat Malam, Shalat Tarawih) Pada Bulan Ramadhan Atas Dasar Iman Dan Berharap Pahala Dari Allah, Maka Dosa-Dosanya Yang Telah Lalu Akan Diampuni.”
Rasulullah ShallAllahu 'Alaihi Wasallam Bahkan Bersabda, “Barangsiapa Berpuasa Lalu Tidak Berkata-Kata Buruk Dan Tidak Mengumpat Maka Ia Akan Keluar Dari Dosa-Dosanya Seperti Keadaannya Pada Hari Ia Dilahirkan Oleh Ibunya.”
Jadi, Apa Lagi Yang Kita Tunggu. Mari Kita Banyak-Banyak Beribadah Dan Memohon Ampunan Kepada Allah, Agar Ramadhan Ini Dapat Menjadi Penghapus Dosa-Dosa Kita.
#SYAHRUSH_SHIYAM
(Bulan Ramadhan Adalah Bulan Puasa)
Puasa Yang Sejati Tidaklah Cukup Hanya Dengan Meninggalkan Makan, Minum Dan Hubungan Suami iLIsteri Pada Siang Hari. Lebih Dari Itu, Puasa Yang Sejati Adalah Puasa Yang Bersifat Total, Yakni Mempuasakan Seluruh Anggota Tubuh Kita: Akal Pikiran, Hati, Mata, Telinga, Lidah, Tangan, Kaki, Dan Anggota-Anggota Tubuh Kita Yang Lainnya.
Semuanya Harus Kita Puasakan Dari Berbagai Bentuk Dosa Dan Kemaksiatan. Rasulullah ShallAllahu 'Alaihi Wasallam Bersabda, “Barangsiapa Tidak Meninggalkan Perkataan Dan Perbuatan Yang Keji, Maka Sekali-Kali Allah Tidak Butuh Dengan Puasanya Yang Hanya Meninggalkan Makan Dan Minum Saja.”
No comments:
Post a Comment