"ASSALAMUALAIKUM; Tuan-tuan,puan-puan,rakan-rakan sekelian boleh mendapatkan produk istimewa CNI di mana-mana cawangan dan stokis CNI di seluruh Malaysia dengan menggunakan nombor keahlian ini 1436554 atau HUBUNGI : 013-8546275. Terima Kasih."

Friday, April 5, 2024

e-book

Syarah Kitab Al-Kaba'ir (Dosa Besar Ke-5 : Tidak Membayar Zakat) 
.
https://assunahsalafushshalih.wordpress.com/2024/04/05/syarah-kitab-al-kabair-dosa-besar-ke-5-tidak-membayar-zakat/
Ebook 
Mukadimah Kitab Al-Kabair
https://drive.google.com/file/d/1HhOJiE5NJ0nwFEibMS1uvPwLDDEf-TFY/view?usp=drivesdk
Sebab-Sebab Yang Menjadikan Dosa Kecil Dihukumi Sebagai Dosa Besar
https://drive.google.com/file/d/1LgQGrMN9b7E0yYQTRl8rFOSq5LVzxBaf/view?usp=drivesdk
Dosa Besar Ke-1 : Syirik (Menyekutukan Allah)
https://drive.google.com/file/d/1HxWX3hll7054g4jeYHaSxzCzu-znRgBU/view?usp=drivesdk
Dosa Besar Ke-2 : Membunuh
https://drive.google.com/file/d/1no9eFADFfYUMjOSCsCuFEi251YQQkU_1/view?usp=drivesdk
Dosa Besar Ke - 3 : Sihir Jilid 1
https://drive.google.com/file/d/17vJBLUtMEAZbVGrscuNRUVzvxmvsRN5G/view?usp=drivesdk
Dosa Besar Ke - 3 : Sihir Jilid 2
https://drive.google.com/file/d/19EPEWgZPQFA8JDcEkt28Xy7jX0aV54BK/view?usp=drivesdk
Syarah Kitab Al-Kaba'ir : Dosa Besar Ke-4 : (Meninggalkan Shalat) 
https://drive.google.com/file/d/1btXfONyxuprgNZjZmlPVpGDCFg_32Ikz/view?usp=drivesdk
Syarah Kitab Al-Kaba'ir (Dosa Besar Ke-5 : Tidak Membayar Zakat) 
https://drive.google.com/file/d/1kM-i5N7eU-0YTBJdpu3nJCFIVK8q5g1c/view?usp=drivesdk
Fiqih Zakat
https://drive.google.com/file/d/11tKiYgVJVrZQBe958DTGkgCvbdGKwbdR/view?usp=drivesdk
Panduan Fiqih Lengkap Zakat
https://drive.google.com/file/d/12HkmvWen4nRDhS7CGVa5LywB1CKSofqO/view?usp=drivesdk
Serial Fiqh Zakat Jilid 1
https://drive.google.com/file/d/15yVvhw5Wob1SFfgUVM_yh19-ucrqwpkv/view?usp=drivesdk
Risalah Zakat Mal
https://drive.google.com/file/d/18o4jlXXxVXMv5C1JJHjV5oxej9LjN1pM/view?usp=drivesdk
Bekal Zakat Lengkap
https://drive.google.com/file/d/122ggs0SLvna2kWVZRBteQtb-izHWdXKg/view?usp=drivesdk
Panduan Zakat Minimal 2.5%
https://drive.google.com/file/d/123TFZLn4f9rRvWLlJ_XzHj1eJzKQISdN/view?usp=drivesdk
Fiqh Zakat Fitrah
https://drive.google.com/file/d/1EL3-yI4aRARLOgzcxDA3iHDZk9SufZeM/view?usp=drivesdk
FIQIH ZAKAT KOMPILASI HUKUM EKONOMI SYARIAH
https://drive.google.com/file/d/12PwX040l8A3Vf_VoAdJ_52hQABT6f5vS/view?usp=drivesdk
Fatwa Ulama Seputar Zakat
https://drive.google.com/file/d/1HNicpwVmxnwYI1_eWbCIRu0q6n-mq3P9/view?usp=drivesdk
Keutamaan Zakat Infaq dan Shadaqah
https://drive.google.com/file/d/1j9dNUpE-c1-YkIc0qhkeqO-6zSwoF4g_/view?usp=drivesdk
20 Fatwa Pilihan Seputar Hukum Zakat
https://drive.google.com/file/d/1mUTwo7hlPmZ2WXT-JZ-iUgj1ArFG4vuN/view?usp=drivesdk
Fiqih Mudah Zakat Fitrah
https://drive.google.com/file/d/1cqcOK31Bb8L0NOecTHypou9-Ns8IVAfA/view?usp=drivesdk
Petunjuk Seputar Zakat
https://d1.islamhouse.com/data/id/ih_books/single/id-petunjuk-seputar-zakat.pdf
Tidak Membayar Zakat adalah Dosa Besar
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang harus diperhatikan oleh kaum muslimin. Akan tetapi, sebagian di antara kaum muslimin masih meremehkan dan tidak memperhatikan kewajiban ini. Tidak sedikit yang memiliki harta melimpah, namun tidak mau mengeluarkan zakatnya. Padahal, Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam telah mengancam orang-orang yang tidak mau menunaikan zakat dengan siksaan yang pedih.
.
Allah Ta’ala berfirman,
.
قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ وَوَيْلٌ لِّلْمُشْرِكِينَ الَّذِينَ لَا يُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُم بِالْآخِرَةِ هُمْ كَافِرُونَ
.
”Katakanlah, ‘Bahwasanya Aku hanyalah seorang manusia (biasa) seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa. Tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepadanya dan mohonlah ampun kepadanya. Dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya, (yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya (kehidupan) akhirat.’ ” (QS Fushilat: 6-7)
.
Dalam ayat tersebut, Allah Ta’ala menyebutkan bahwa di antara sifat orang-orang musyrik adalah tidak membayar zakat. Oleh karena itu, jika ada seorang muslim yang tidak mau membayar (menunaikan) zakat, maka orang tersebut memiliki keserupaan dengan orang-orang musyrik.
.
Dalam ayat yang lain, Allah Ta’ala dengan tegas mengancam orang-orang yang tidak mau membayar zakat dari harta emas dan perak yang mereka miliki. Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِنَّ كَثِيراً مِّنَ الأَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ اللّهِ وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلاَ يُنفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللّهِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ هَـذَا مَا كَنَزْتُمْ لأَنفُسِكُمْ فَذُوقُواْ مَا كُنتُمْ تَكْنِزُونَ
”Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.  Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung, dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka, ‘Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.’ ” (QS. At Taubah: 34-35)
Dalam surah At-Taubah ayat 34-35 di atas, Allah Ta’ala mengancam dengan siksaan yang pedih orang-orang yang tidak mau menunaikan hak dari harta yang dia miliki, seperti belum dibayarkan zakatnya.
Semua orang yang mempunyai harta berupa emas atau perak, namun tidak menunaikan haknya (tidak dibayarkan zakatnya), maka pada hari kiamat akan dibentangkan untuknya beberapa lembaran atau lempengan (dari api). Lalu dia akan dipanggang di atas lembaran-lembaran (lempengan) tersebut di neraka.
Lembaran-lembaran tersebut digunakan untuk menyetrika lambung, wajah, dan punggungnya. Jika lembaran-lembaran tersebut sudah kembali lagi menjadi dingin, maka dipanaskan lagi. Hal ini terus-menerus diulangi selama satu hari yang panjangnya setara dengan lima puluh ribu tahun. Demikianlah keadaannya, sampai Allah Ta’ala memberi keputusan kepada makhluk-Nya tersebut, boleh jadi menuju surga dan boleh jadi menuju neraka.
Hukuman ini juga berlaku pada harta yang bisa berfungsi untuk menggantikan emas dan perak, yaitu uang. Karena dalam bertransaksi, emas dan perak bisa diganti dengan uang. Maka, siapa saja yang memiliki uang, baik ditabung di bank ataupun disimpan di dalam rumah atau tempat yang lainnya dan nilainya sama dengan harga emas dan perak yang sudah memenuhi nishab, maka wajib dikeluarkan zakatnya.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, Rasululah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,
مَنْ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا، فَلَمْ يُؤَدِّ زَكَاتَهُ مُثِّلَ لَهُ مَالُهُ يَوْمَ القِيَامَةِ شُجَاعًا أَقْرَعَ لَهُ زَبِيبَتَانِ يُطَوَّقُهُ يَوْمَ القِيَامَةِ، ثُمَّ يَأْخُذُ بِلِهْزِمَتَيْهِ – يَعْنِي بِشِدْقَيْهِ – ثُمَّ يَقُولُ أَنَا مَالُكَ أَنَا كَنْزُكَ، ثُمَّ تَلاَ: (لَا يَحْسِبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ) ” الآيَةَ
”Barangsiapa yang Allah Ta’ala berikan harta, namun tidak mengeluarkan zakatnya, maka pada hari kiamat nanti harta tersebut akan dijelmakan dalam bentuk ular jantan yang ganas. Ular itu memiliki dua taring yang akan mengalunginya. Kemudian ular tersebut akan memakannya dengan kedua rahangnya, kemudian berkata, ’Aku adalah hartamu, aku adalah emas dan perakmu’ …”
Lalu, beliau shallallahu ’alaihi wasallam membaca surah Ali Imran ayat 180,
وَلاَ يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللّهُ مِن فَضْلِهِ هُوَ خَيْراً لَّهُمْ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُواْ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلِلّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاللّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
”Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat.” (QS. Ali Imran: 180) (HR. Bukhari no. 1403)
Demikianlah Allah Ta’ala tegaskan bahwa ketika mereka tidak mau membayar zakat, hal itu berdampak buruk bagi mereka pada hari kiamat. Hal ini karena harta yang tidak dizakatkan tersebut akan dijadikan kalung di leher-leher mereka pada hari kiamat.. 
Demikian pula, setelah Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam wafat, ternyata terdapat orang-orang yang tidak mau membayar zakat. Mereka pun diperangi oleh Abu Bakar radhiyallahu ’anhu. Abu Bakar radhiyallahu ’anhu merupakan sahabat yang sangat lembut hatinya dan sangat mudah menangis. Akan tetapi, beliau bersikap tegas terhadap orang-orang yang tidak mau membayar zakat. Beliau radhiyallahu ’anhu berkata,
وَاللَّهِ لَأُقَاتِلَنَّ مَنْ فَرَّقَ بَيْنَ الصَّلاَةِ وَالزَّكَاةِ، فَإِنَّ الزَّكَاةَ حَقُّ المَالِ، وَاللَّهِ لَوْ مَنَعُونِي عَنَاقًا كَانُوا يُؤَدُّونَهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَاتَلْتُهُمْ عَلَى مَنْعِهَا
”Demi Allah, aku pasti akan memerangi siapa yang memisahkan antara kewajiban salat dan zakat, karena zakat adalah hak harta. Demi Allah, seandainya mereka enggan membayarkan anak kambing yang dahulu mereka menyerahkannya kepada Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam, pasti akan aku perangi mereka disebabkan keengganan itu.” (HR. Bukhari no. 1400)
Hadis tersebut adalah dalil bahwa termasuk tugas penguasa adalah mengatur pembayaran zakat. Penguasa mempunyai kewenangan untuk menarik secara paksa bagi orang yang tidak mau membayar zakat. Bahkan, bagi orang yang menolak membayar zakat akan diberi hukuman (denda). Jika mereka tetap melawan, maka mereka boleh untuk diperangi.
Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,
وَمَنْ مَنَعَهَا فَإِنَّا آخِذُوهَا وَشَطْرَ مَالِهِ، عَزْمَةً مِنْ عَزَمَاتِ رَبِّنَا عَزَّ وَجَلَّ
”Barangsiapa yang tidak membayar zakat, maka kami akan mengambilnya, dan setengah hartanya kami sita. Demikian kewajiban di antara kewajiban-kewajiban yang Allah Ta’ala bebankan kepada kami.” (HR. Abu Dawud no. 1575, dinilai hasan oleh Syekh Al-Albani)
Harta yang disita tersebut kemudian dimasukkan ke baitul mal. Sekali lagi, hadis-hadis ini menunjukkan pentingnya peran negara dalam pengambilan zakat.
Semoga Allah Ta’ala memberikan petunjuk-Nya kepada seluruh kaum muslimin agar mereka bersegera dalam menunaikan kewajiban zakat
Penulis: M. Saifudin Hakim
Catatan kaki:
Disarikan dari kitab Al-Kabair, karya Adz-Dzahabi rahimahullah, dengan beberapa penambahan.

Petai Belalang


Biji Petai

Khasiatnya ialah apabila dimakan dapat merawat masalah hati (liver), 
Busung, bengkak buah pinggang, kencing manis (diabetes).
 Juga dapat membunuh cacing dalam perut serta usus, lalu keluar bersama najis. 

Daun 

Daun petai boleh digunakan untuk merawat demam kuning.
 Caranya ialah dengan merebus daun petai, kemudian airnya dibuat minum. 

 Akar (kulit akar)

 Ini khusus untuk rawatan kencing manis (diabetes),
 juga direbus kemudian airnya diminum. Amalkan selalu.

 Khasiat Petai Belalang 

Petai belalang kecil buahnya dan boleh di dapati di kawasan kampung.
 Khusus bagi mereka yang nak merawat masalah buah pinggang, 
caranya ialah dengan mengeringkan sejumlah petai belalang.
 Setelah itu masukkanlah petai-petai yang telah dijemur kering itu ke dalam air panas. 
Minumlah ia setelah membiarkan seketika. 
Sangat mujarab.
 Bagi sesiapa yang ada masalah buah pinggang tu, bolehlah cuba.
 Setelah beberapa kali meminumnya. Insha-Allah ada perubahan. 

 Pucuk dan buah muda petai belalang memang sedap dibuat ulam. Berkhasiat untuk darah tinggi dan kencing manis. Selain dari tu buahnya yang masak juga berkhasiat untuk pengidap kencing manis/darah tinggi. Buah yang masak diambil bijinya dan digoreng hangus (tanpa minyak), ditumbuk halus dan dibuat minuman seperti kopi. 

 Daun petai belalang juga berkesan untuk mengatasi masalah kelemumur atau kulit bersisik. Daunnya dibakar manakala abunya dicampur dengan minyak kelapa sebelum digosok ke kulit kepala. Balut dengan plastik pembalut rambut dan biarkan selama sejam sebelum dibilas dengan air bersih. Juga digosok-gosok ke bahagian kulit yang bersisik. 

 Untuk masalah kayap, rebus pucuk daun petai belalang dengan tawas. Air rebusan itu digunakan untuk mandi dan membersihkan badan.

*Semoga BERMANFAAT 🥰*

*6 KEUTAMAAN SEDEKAH DI HARI JUM'AT.*

❤️🧡💛💚💙💙💜🤎🖤♥️

Bismillahirrahmanirrahim...
Jumat merupakan hari yang istimewa bagi umat Islam.Banyak amalan yang dianjurkan untuk dilaksanakan pada hari ini.

*↗️Hari Jumat adalah hari dimana pahala sedekah berlipat ganda, Satu diantaranya adalah sedekah :*
Rasullah SAW bersabda "pahala sedekah berlipat ganda pada hari Jumat."
Sedekah tidak hanya berupa uang, Rasullah bersabda," Sesungguhnya tiap-tiap tasbih adalah sedekah, tiap-tiap tahmid adalah sedekah, tiap-tiap tahlil adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, melarang daripada kemungkaran adalah sedekah, dan berhubungan badan dengan istri adalah sedekah." (HR Muslim).

*✍️Berikut keutamaan sedekah di hari Jumat :*

*✅1. Seperti Sedekah di Bulan Ramadhan :*

Keutamaan melakukan sedekah di hari Jumat jika dibandingkan dengan hari lainnya adalah karena bersedekah di hari itu sama halnya seperti sedekah di bulan Ramadhan.

*↗️Ibnu Qayyim berkata :*“Sedekah di hari Jumat dibanding dengan sedekah di hari lain adalah seperti sedekah di bulan Ramadhan dibandingkan sedekah di bulan – bulan selainnya.”

*✅2. Pahala Berlipat Ganda :*

Hari Jumat juga menjadi hari terbaik dimana nilai dan juga segala macam pahala akan dilipat gandakan, sehingga melakukan sedekah di hari Jumat akan memperoleh pahala yang berlipat ganda.

*✅3. Menambah Berkah Rezeki :*

Sedekah di hari Jumat juga akan membuahkan keajaiban serta pertolongan yang tidak pernah di duga sebelumnya seperti aliran rezeki yang semakin lancar.

Sedekah tidak harus berupa materi, akan tetapi juga bisa dalam bentuk bantuan atau tenaga yang juga termasuk dalam sedekah pada orang lain.

*✅4. Hari Yang dianjurkan Untuk Melakukan Amal Soleh :*

Dianjurkan juga untuk semakin memperbanyak sedekah serta amal soleh pada hari Jumat atau malam jumat.

Memperbanyak shalawat untuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada malam atau siang hari di hari Jumat sebab shalawat dan sedekah yang sudah dilakukan pada hari Jumat akan diperlihatkan untuk Allah SWT.

*↗️Rasullullah bersabda :* “Sesungguhnya hari yang paling afdhal adalah hari jumat. Karena itu, perbanyaklah membaca shalawat untukku. Karena shalawat kalian diperlihatan kepadaku.” (al-Iqna’, 1/170)

*✅5. Sunnah Rasullullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam :*

*↗️Dalam Tuhfah al-Habib ‘ala Syarh al-Khatib tentang hari Jum’at disebutkan jika :* “Disunnahkan memperbanyak sedekah dan berbuat kebaikan di siang dan malam hari Jum’at".

*✅6. Sedekah akan dibalas 700 kali lipat :*

*↗️Allah SWT berfirman dalam Alquran Surah Al Baqarah Ayat 261 :* “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

_🖕Dalam ayat tersebut, Allah sudah dengan jelas menyebutkan perhitungan sistematis diberikan khususnya untuk hari Jumat akan dibalas sampai 700 kali lipat dan Allah juga menekankan akan membalas sedekah untuk siapa pun yang Allah SWT kehendaki._

Thursday, April 4, 2024

*Memelihara hubungan silaturahim serta saling menyayangi mengukuhkan ukhuwah umat Islam.*

*25 Ramadhan 1445H*
*05 April 2024M*

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتهُ
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـنِ ٱلرَّحِيم



Ikatan persaudaraan sesama Muslim umpama sebuah bangunan yang saling menyokong antara satu sama lain bagi memastikan kekuatan sesebuah bangunan itu terus terpelihara. Begitu juga diibaratkan silaturahim sesama Muslim yang harus dipelihara supaya dapat menguatkan perpaduan umat Islam.

“Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”(Al-Hujurat: 10)

Mendamaikan yang berselisih...

فَاتَّقُواْ اللّهَ وَأَصْلِحُواْ ذَاتَ بِيْنِكُمْ
“Maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu.”(Al-Anfal: 1)

Bertakwalah! Lalu perbaiki hubungan diantara sesamamu. Ini seakan ingin berbicara bahawa tak ada ertinya taqwa tanpa kita peduli kepada persekitaran kita. Tak ada ertinya taqwa tanpa rasa peduli untuk mendamaikan saudara yang berselisih.

Larangan memutus tali Silaturrahim...

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثِ لَيَالٍ يَلْتَقِيَانِ, فَيُعْرِضُ هَذَا, وَيُعْرِضُ هَذَا, وَخَيْرُهُمَا اَلَّذِي يَبْدَأُ بِالسَّلاَمِ (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ)
“Abu Ayyub RA menceritakan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak halal (Boleh) seorang Islam menyisihkan saudaranya lebih dari tiga hari, jika keduanya bertemu, maka yang seorang berpaling kesana dan yang seorang lagi berpaling kesini. Tetapi yang paling baik diantara yang kedua itu ialah siapa yang memulai mengucapkan salam kepada lawannya.”(Muttafaqun Aliah)

“Dari Abdullah bin Abi Aufa r.a, beliau berkata, suatu petang di hari Arafah, pada waktu kami duduk mengelilingi Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau bersabda, “Jika di majlis ini ada orang yang memutuskan silaturahim, silahkan berdiri, jangan duduk bersama kami”

Rasulullah tidak menerima orang-orang yang memutuskan tali persaudaraan dan silaturrahim sebagai golongannya...

Memutuskan silaturrahim pula hukumnya haram dan dikira melakukan maksiat besar sehingga mendapat laknat dari Allah SWT, sebagaimana firmanNya yang bermaksud:“(Kalau kamu tidak mematuhi perintah) maka tidakkah kamu harus dibimbang dan dikhuatirkan-jika kamu dapat memegang kuasa-kamu akan melakukan kerosakan di muka bumi, dan memutuskan hubungan silaturrahim dengan kaum kerabat?. (Orang-orang yang melakukan perkara-perkara yang tersebut) merekalah yang dilaknat oleh Allah serta ditulikan pendengaran mereka, dan dibutakan penglihatannya.”(Muhammad: 22-23)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِيَّاكُمْ وَالظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَإِيَّاكُمْ وَالْفُحْشَ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفُحْشَ وَالتَّفَحُّشَ وَإِيَّاكُمْ وَالشُّحَّ فَإِنَّهُ دَعَا مَنْ قَبْلَكُمْ فَاسْتَحَلُّوا مَحَارِمَهُمْ وَسَفَكُوا دِمَاءَهُمْ وَقَطَّعُوا أَرْحَامَهُمْ
Dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah kalian berbuat zalim, kerana kezaliman akan menjadi kegelapan pada hari kiamat di sisi Allah, janganlah berbuat keji kerana Allah tidak suka kekejian dan perbutan keji, janganlah berbuat kikir, kerana itu yang menyebabkan kerosakan orang-orang sebelum kalian, sehingga mereka menghalalkan kehormatan, menumpahkan darah dan memutus hubungan silaturrahim mereka."(Hadith Riwayat Ahmad)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ وَلَكِنَّ الْوَاصِلَ الَّذِي إِذَا انْقَطَعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا
Daripada ‘Abdullah bin 'Amru RA, daripada Nabi SAW bersabda: "Tidaklah seseorang itu digelar al-Wasil (penyambung silaturrahim) apabila dia bersifat al-Mukafi`i (orang yang menyambung silaturrahim jika saudaranya menyambungnya dan akan memutuskan apabila mereka memutuskannya), akan tetapi al-Wasil itu ialah seseorang yang apabila terputus silaturrahim, beliau segera menyambungkannya."
(Hadith Riwayat Al-Bukhari)

Antara silaturrahim yang disyariatkan adalah saling mengasihi, memuliakan, memberi maaf kepada orang yang berbuat zalim kepadanya, memberi kepada orang yang tidak mahu memberi kepadanya dan sebagainya. Kesemua itu dilakukan hanyalah semata-mata kerana Allah SWT jua bukan bertujuan untuk mendapatkan pujian serta habuan dunia.

Seseorang Muslim hendaklah terus menghubungkan silaturrahim terutama dengan kaum kerabat dan saudaranya yang lain meskipun mereka tidak menerima tindakannya itu dengan kebaikan. Islam mengajar bahawa setiap kejahatan yang dilakukan terhadap seseorang Muslim tidak boleh dijadikan penyebab terputus silaturrahim dan kebaikan.

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ أَعْمَلُهُ يُدْنِينِي مِنْ الْجَنَّةِ وَيُبَاعِدُنِي مِنْ النَّارِ قَالَ تَعْبُدُ اللَّهَ لَا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ وَتَصِلُ ذَا رَحِمِكَ 
Dari Abu Ayyub dia berkata, "Seorang laki-laki mendatangi Nabi SAW, seraya bertanya, 'Tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang mendekatkan aku ke syurga dan menjauhkan aku dari neraka? ' Baginda menjawab: 'Kamu menyembah Allah, tidak mensyirikkan-Nya dengan sesuatu apa pun, mendirikan solat, menunaikan zakat dan menyambung silaturrahim dengan keluarga."(Hadith Riwayat Muslim)

عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ عَلَيْهِ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Dari Anas, ia berkata; Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaknya ia menyambung kekerabatan (silaturrahim)."(Hadith Riwayat Abu Daud)

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَقَاطَعُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا
Dari Anas RA bahawa Nabi SAW bersabda: "Janganlah kalian saling berdengki, saling marah, dan jangan pula saling memutuskan hubungan satu sama lain. Tetapi jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara."(Hadith Riwayat Muslim)

*Justeru, wahai sahabat yakni saudaraku yang beriman lagi dimuliakan marilah bersifat rahmah dengan mengelakkan diri dari saling berdengki, suka marah-marah serta memutuskan hubungan silaturrahim dan ukhuwah... barakallahuminalakum*
*Terima kasih saudaraku sekelian atas sokonganmu  untuk penghasilan santapan jiwa ini...*

*تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك*

*جزك الله خيرا كثيرا.*

*وَعَلَيْكُمْ السَّلامُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.*

MANFAATKAN WAKTU YANG TERSISA DI BULAN RAMADAN

*◈•┈┉━❀ ﷽ ❀━┉┈•◈*



💬 Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah berkata:

ﻋﺒﺎﺩ ﺍﻟﻠﻪ. 

_"Wahai hamba-hamba Allah..._

ﺇﻥ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻗﺪ ﻋﺰﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺮﺣﻴﻞ. 

_Sesungguhnya bulan Ramadan telah bersiap untuk berlalu pergi..._

ﻭﻟﻢ ﻳﺒﻖ ﻣﻨﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻘﻠﻴﻞ. 

_Tidaklah ada yang tersisa melainkan hanya sedikit waktu..._

ﻓﻤﻦ ﻣﻨﻜﻢ ﺃﺣﺴﻦ ﻓﻴﻪ ﻓﻌﻠﻴﻪ ﺍﻟﺘﻤﺎﻡ. 

_Siapa saja di antara kalian yang telah berbuat baik di dalamnya, hendaknya dia sempurnakan..._

ﻭﻣﻦ ﻓﺮﻁ ﻓﻴﺨﺘﻤﻪ ﺑﺎﻟﺤﺴﻨﻰ. 

_Dan siapa yang masih banyak kekurangan, hendaknya dia tutup dengan kebaikan..._

ﻓﺎﻟﻌﻤﻞ ﺑﺎﻟﺨﺘﺎﻡ.  

_Kerana amalan itu tergantung penghujungnya..._

ﻓﺎﺳﺘﻤﺘﻌﻮﺍ ﻣﻨﻪ ﺑﻤﺎ ﺑﻘﻲ من ﺍﻟﻠﻴﺎﻟﻲ ﺍﻟﻨﻴﺮﺓ ﻭﺍﻷﻳﺎﻡ.  

_Gunakanlah malam-malam dan siang-siang Ramadan yang tersisa..._

ﻭﺍﺳﺘﻮﺩﻋﻮﻩ ﻋﻤﻼً ﺻﺎﻟﺤﺎً ﻳﺸﻬﺪ ﻟﻜﻢ ﺑﻪ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺍﻟﻌﻼﻡ. 

_Sertakan amal solehmu kepadanya sehingga kelak ia akan menjadi saksimu di sisi Allah, Sang Penguasa hari pembalasan..._

ﻭﻭﺩﻋﻮﻩ ﻋﻨﺪ ﻓﺮﺍﻗﻪ ﺑﺄﺯﻛﻰ ﺗﺤﻴﺔ ﻭﺳﻼﻡ.

_Lepaskanlah perpisahan darinya dengan mengucapkan sebaik-baik salam perpisahan..."_

📚 Lataiful Ma’arif, 1/209.

#MotivasiRamadan
#AbuFaqihCentre
#MengajiSepanjangHayat
#MogaBermanfaat
#SebarkanIlmu

--------------------------------------

✨ _“Barangsiapa yang menunjukkan suatu kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.”_ (HR. Muslim, no. 1893)