"ASSALAMUALAIKUM; Tuan-tuan,puan-puan,rakan-rakan sekelian boleh mendapatkan produk istimewa CNI di mana-mana cawangan dan stokis CNI di seluruh Malaysia dengan menggunakan nombor keahlian ini 1436554 atau HUBUNGI : 013-8546275. Terima Kasih."

Sunday, September 22, 2019

AGAR KITA BISA SELAMAT DARI GODAAN SYAITAN YG SELALU MENGIRINGI (QARIN)




Asy-Syaikh Muhammad bin shalih Al-Utsaimin rahimahullah


❓Pertanyaan:

Siapakah qarin itu? Dan apakah dia akan menyertai mayit ke kuburnya?


📙 Jawaban:

"Qarin adalah syaitan yang dikuasakan kepada seorang insan dengan ijin Allah, ia memerintahkan kepada perbuatan keji dan melarang dari berbuat makruf.

•>> Sebagaimana Allah berfirman:

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ

“Syaitan itu menjanjikan kepada kalian kefaqiran dan memerintahkan kepada kalian untuk berbuat keji.”
(QS. Al-Baqarah 268)

Akan tetapi jika Allah mengkaruniai seorang hamba dengan hati yang selamat, jujur, senantiasa menghadap kepada Allah, menginginkan akhirat, lebih mengutamakan akhirat daripada dunia,
👉🏻 maka Allah akan menolongnya menghadapi qarin ini, sehingga ia tidak mampu menyesatkannya.

✔ Oleh karena itu sepantasnya seorang insan itu, setiapkali dia digoda oleh syaitan hendaknya dia meminta perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk. Sebagaimana Allah perintahkan.

•>> Allah berfirman:

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dan jika syaitan menggodamu dengan suatu godaan, maka hendaknya engkau meminta perlindungan kepada Allah, sesungguhnya Dia Maha mendengar dan Maha Mengetahui."
(QS. Fushshilat 36)

💧 Dan yang dimaksud dengan godaan syaitan adalah, ia menyuruhmu untuk meninggalkan ketaatan, atau menyuruhmu untuk berbuat maksiat.

👉🏻 Maka jika engkau merasa dalam dirimu ada kecondongan untuk meninggalkan ketaatan, maka ini dari syaitan.

👉🏻 Atau ada kecondongan untuk berbuat maksiat, maka ini juga dari syaitan,
●>> maka bersegeralah meminta perlindungan darinya, niscaya Allah akan melindungimu.

Adapun permasalahan qarin ini akan berlanjut bersama seorang sampai di kuburnya, maka tidaklah demikian.
Yang nampak, wallahu a’lamu, dengan matinya seorang insan, maka ia akan berpisah darinya. Karena tugasnya yang ia dikuasakan untuknya sudah berakhir.
Tatkala seorang insan jika ia meninggal, telah terputuslah amalannya.

•○> Sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam, kecuali tiga perkara:

إلا من ثلاثة صدقة جارية أو علم ينتفع به أو ولد صالح يدعو له

“Sedekah jariyah, atau ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang mendoakannya."


SEUNTAI DOA UNTUKMU, WAHAI ISTRIKU


اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَمِنْ شَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan sifat & akhlak yang Engkau ciptakan padanya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan sifat & akhlak yang Engkau ciptakan padanya."
(HR. Abu Dawud 2/248 no. 2160 & Ibnu Majah 1/617 no. 1918 dari Sahabat 'Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash radhiyallaahu 'anhuma. Lihat Shahih Ibni Majah 1/324)


✔ Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wasallam memberikan bimbingan bagi seorang lelaki yang telah menemukan pasangan hidup yang ideal kemudian telah menempuh tata cara pernikahan yang syar'i dan telah terlaksana akad nikah yang menjadikan wanita tersebut sah sebagai istrinya.

👉🏻 Lelaki tersebut dianjurkan untuk meletakkan tangannya di atas ubun-ubun sang istri seraya mengucapkan doa di atas.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا

•• Permohonan pertama dalam doa di atas adalah memohon kepada Allah subhanahu wata'ala atas kebaikan istri, maksudnya adalah
>> agar ia menjadi istri yang shalihah,
>> yang menjaga hak-hak suami,
>> amanah terhadap keluarga & tarbiah anak-anak,
>> menjaga harta & kehormatan suami,
>> serta kebaikan-kebaikan lain yang disebutkan dalam syariat.

☝🏻🤲🏻 Hendaklah sang suami senantiasa mendoakan kebaikan bagi sang istri sejak awal berumahtangga.

وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

•• Permohonan kedua adalah memohon kepada Allah kebaikan sifat & akhlak bawaan istri.
Sang suami memohon dua kebaikan,
>> yaitu agar Allah mempertahankan sifat & akhlak baik yang telah ada pada diri sang istri
>> serta agar Allah mengaruniakan sifat & akhlak baik kepada sang istri apabila ia belum memilikinya.

وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَمِنْ شَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

•• Permohonan selanjutnya adalah memohon perlindungan kepada Allah dari kejelekan istri, agar ia tidak menjadi:
>> istri yang rusak tingkah lakunya,
>> jelek dalam mengurusi keluarga,
>> buruk dalam bergaul dengan suami.
>> Sang suami juga memohon perlindungan kepada Allah dari kejelekan sifat & akhlak bawaan yang telah ada pada diri sang istri, serta kejelekan sifat & akhlak yang mungkin akan muncul di kemudian hari.


✒ Faedah doa tersebut adalah:
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••

▶ agar sang istri memerhatikan apa yang menjadi harapan sang suami dan memerhatikan doa yang telah dibaca oleh sang suami.

▶ Hendaknya sang istri menyibukkan dirinya dalam mengurus suami, anak-anak, & rumah tangganya, serta beribadah kepada Allah dan menuntut ilmu syar'i.

▶ Dengan ini semua, atas izin Allah, sang istri akan menjadi wanita yang shalihah, istiqamah, dan akan menjadi penduduk surga yang penuh dengan kenikmatan. Aamiin.

Dikutip dari: Al Ustadz Abu Sabiq Ali. "Kupanjatkan Doa Untukmu, Duhai Istriku". Majalah Qonitah edisi 34/ vol. 03/ 1439 H - 2018 M. Rubrik Wirid. Hal. 60-63.

https://akhwat.net/2019/09/20/seuntai-doa-untukmu-wahai-istriku/

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈

TELADAN ULAMA: ASY-SYAIKH MUQBIL¹ DAN RENDAH HATINYA


✏ Dalam Nubdzah Mukhtasharah dinyatakan sebagai berikut:

فهو لا يفخر على أحد ولا يغتر بنفسه ولا يتكبر على أحد ومن خالطه عرف ذلك منه. وهو يقول: أنا مقصر، ويقول: لست راضيا عن نفسي. وأخبرنا رحمه الله أنه عند أن بدأ الشيب يظهر في لحيته تألم وقال لنفسه: ماذا قد قدمت للإسلام والمسلمين. ويقول في الدعوة حين ظهرت وعلت وانتشرت: هذا شيء أراده الله . فليس بقوتنا ولا بفصاحتنا ولا بكثرة علمنا ولا بكثرة مالنا.

"Asy-Syaikh Muqbil tidak pernah membanggakan dirinya di hadapan seorang pun, tidak terpedaya dengan kondisi beliau, dan tidak pula sombong pada siapapun. Yang bergaul dengan beliau mengetahui benar hal ini.

Beliau biasa mengatakan,
'Aku banyak kekurangan.'

Beliau juga bertutur,
'Aku tidak merasa ridha terhadap diriku sendiri.'

Beliau menyampaikan pada kami saat uban mulai muncul dan terlihat pada jenggotnya; bahwa beliau merasa sedih. Seraya mengatakan pada dirinya sendiri,
'Apa yang sudah aku berikan untuk Islam dan kaum muslimin?'

Ketika dakwah sunnah akhirnya tinggi dan tersebar [ melalui sebab beliau ], beliau mengatakan,
'Hal ini adalah sesuatu yang Allah kehendaki. Bukan karena kekuatan kita! Bukan karena kefasihan kita! Bukan karena banyaknya ilmu kita! Dan bukan karena banyaknya harta kita!
(Hlm. 28)

••> Di hlm. 29 dikatakan:

وقال غير مرة لطلابه: أنا أعتبركم الآن زملائي

Tidak hanya sekali, beliau mengatakan pada murid-muridnya,
'Saat ini, aku menganggap kalian sebagai teman-temanku.'"

•••

¹ Bagi yang ingin tahu lebih banyak tentang beliau, silakan simak di sini: http://asysyariah.com/mengenal-pembaru-dari-yaman/

☝🏻 Hanya pada Allah kita mohon petunjuk.

✍ -- Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
-- Hari Ahadi, (11:00) 15 Jumadil Awal 1440 / 21 Januari 2019
_____________

▶️ Mari ikut berdakwah dengan turut serta membagikan artikel ini, asalkan ikhlas insyaallah dapat pahala.


BANYAK YG LALAI, KALAU PAHALA NAFKAH KELUARGA ITU LEBIH BESAR DARIPADA INFAQ KEPADA FAQIR MISKIN


✏ Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan :

"Sebagian manusia ia memberi nafkah kepada keluarganya, akan tetapi ia tidak merasa kalau hal itu dia sedang mendekatkan diri kepada Allah dengan nafkah tersebut.

Kalau seandainya datang kepada nya seorang miskin lalu ia memberinya satu reyal, ia merasa kalau hal itu ia mendekatkan diri kepada Allah dengan sedekah ini.

Padahal sedekah yg wajib kepada keluarganya itu lebih afdhal dan lebih banyak pahalanya."

📑  Syarh Riyadh Ash-Shalihin 4/389

قال الشيخ ابن عثيمين رحمه الله :

‏" بعض الناس ينفق على أهله ، ولكنه لا يشعر بأنه يتقرب إلى الله بهذا الإنفاق ، و لو جاءه مسكين و أعطاه ريالا واحدا يشعر بأنه متقرب إلى الله بهذه الصدقة ، و لكن الصدقة الواجبة على الأهل أفضل و أكثر أجراً ".

‏📘🖌شرح رياض الصالحين 389/4}

PENCURI YANG PALING JELEK


».. Rasulullah ﷺ bersabda:

أسوأ الناس سرقة الذي يسرق من صلاته

"Manusia yang paling jelek pencuriannya adalah mereka yang mencuri dari shalatnya."

».. Mereka berkata:

كيف يا رسول الله؟

Bagaimana hal itu wahai Rasulullah?

».. Beliau ﷺ menjawab:

لا يُتمُّ ركوعها ولا سجودها

Yaitu yang tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya.

[Dibawakan oleh Al-Albani dalam Al-Jami' Ash-Shahih 986]